Latest Posts

Akhirnya Kumenemukanmu Pasangan Hidupku Part 1

By 3:18:00 PM , ,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Halo semuanyaaa, maafkan aku yaaaa. Dari awal blog ini dibentuk, aku belum pernah menulis sama sekali. Hal itu dikarenakan banyaknya pekerjaanku, ditambah rasa malas harus melihat layar laptop lagi kalo sudah sampai kost. Aku kalau dikost dan punya waktu senggang sih lebih suka mainan HP, youtube an atau nonton k-drama hehe. 
Alhamdulillah tahun 2017 akan segera berakhir. Tahun 2017 adalah tahun yang paling membahagiakan untukku. Di tahun 2017 ini akhirnya aku menemukan pasangan hidupku. Yeeeyyy...setelah jatuh bangun mencari kesana kemari. Berdoa, merayu, meminta ke Allah untuk segera diketemukan sampai nangis-nangis 😭😭😭. Akhirnya terjawab sudah tahun ini, siapakah jodoh yang sudah disiapkan Allah itu. 
Jadi pada postingan pertamaku kali ini, aku akan menceritakan secara detail pertemuan aku dengan jodohku. Semoga kelak, bisa menjadi pengingat dan kenangan kami untuk dibaca-baca lagi. Dan cerita ini kupersembahkan untuk pihak-pihak yang sebelumnya penasaran akan kisah kami. Akhirnya kalian bisa lega juga setelah membaca cerita ini (berasa artis 😎😎😎)


12 Februari 2017
Hari ini aku baru pulang dari rumah  Ditsza di Bandung untuk nengokin bayinya yang baru lahiran. Sampai Jakarta tepat banget waktu magrib. Setelah mengantar Suci pulang ke kost, aku berniat untuk magrib di Masjid At-Tin, karena posisi masjidnya enak dekat dengan gerbang turun tol. 
Jam menunjukkan setengah 7 kurang, jadi masih sedikit leluasa sholat magrib. Setelah sholat magrib rasanya nanggung kalau langsung balik kost, mengingat kalau sudah lihat kasur di kost kadang bisa membuatku lupa segalanya. Jadi aku lanjut duduk di masjid nunggu sampai isya. Sambil menunggu isya itu, aku zikir-zikir ala kadarnya dan berdoa. Entah mengapa pada waktu itu, bawaannya mellow banget, mungkin karena kecapean perjalanan bandung-jakarta kalii yaaa. 
Jadi kupanjatkan deh doa-doa memohon jodoh disitu. Doa-doa yang sama sebenarnya seperti yang kupanjatkan sebelum-sebelumnya. Suasana masjid yang lumayan sepi menambah kekusyukan. Disitu aku tiba-tiba merasa lelah,
Memohon dengan sangat supaya Allah mengabulkan doaku. Supaya Allah mempertemukan aku dengan laki-laki sholeh yang mencintaiku karenaNya. Memohon Supaya aku dijauhkan dan disudahkan dari baper-baper yang menyesatkan. Benar-benar saat itu ada keyakinan dalam hatiku Allah akan mengabulkan doaku. Allah tidak akan menzalimi aku. Allah pasti sudah mempersiapkan rencana yang terbaik untukku 😊.
Foto Suci-Ditsza-Baby Dzaka-Aku (Bandung, 11 Februari 2017)


13 Februari 2017
Bangun dari tidur setelah sholat subuh (kira-kira jam 6an) seperti biasa langsung ambil hape, mematikan alarm dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk mandi. Sambil goler-goleran, lihat WA yang masuk. Ada pesan dari Irawati, temenku yang sekarang menetap di Malang. pesannya sih singkat. 
Ira :"Sal..kalau ada yang mau mengajukan diri untuk melamarmu bagaimana?". 
😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮😮

me :"Serius? Siapa Ir?" ( Dalam hati sudah menduga siapa orangnya. Paling Mas itu)
Ira :"Orangnya gak mau ngasih tau dulu, mau lihat jawabanmu. Kamu maunya kaya gimana. Model kasih CV gitu lewat perantara aku? Tapi kayanya kamu gak perlu CVnya  karena kamu sudah kenal".
me : ( Dalam hati, "kaan aku sudah tau orangnya, gak salah lagi pasti dia") "Boleh Ir, kirim aja ya CVnya ke emailku"
Ira : "Oke ta kasih taunya arek e"

Sampai dikantor, rasanya aku masih penasaran siapa yang dimaksud ira, meskipun aku sudah menduganya. Terus iseng buka IG mas itu. 😮😮😮😮😮 Lah kok, masnya sudah posting bersama seorang wanita, dan mengarah serius. Jadi siapa dong laki-laki itu.
Tiba-tiba merasa gelisah. Kemudian buka ignya ira, lihat cowok single siapa yang lagi didekat ira yang aku kenal hehehe. Dan ternyata tidak ada bayangan sama sekali 😐😐😐. 
Baca ulang lagi chat ira, Kok di chat ira bilang arek'e ya, berarti seumuran donggg atau adek kelas menurut hasil analisisku sihhh 😥. 
Okelah aku hadapi hari itu dengan rasa penasaran. Sekali-kali aku mengintip email, cek inbox barangkali ada CV masuk, tapi sampai pulang kantor tidak ada email yg dimaksud, dan tidak ada lagi kabar dari ira.
"Ya Allah. .apakah kali ini sudah saatnya aku bertemu pasangan hidupku, ataukah ini sama seperti yang dulu hanya sebagai pelajaran bagiku, aku tak mau berharap lagi. ."

Ini Irawati

14 Februari 2017

Pada hari ini, entah kenapa, tiba-tiba terbersit satu nama (nama suamiku) yang aku curigai berikutnya. Entah kenapa terbersit namanya. Mungkin karena aku habis buka profil facebookku, dan menyadari ada satu nama yang tidak pernah absen mengucapkan selamat ulang tahun padaku entah di facebook atau path. Dan nama itu pas jaman SMA juga cukup terkenal pernah digosipkan suka denganku. 
Tapi masa dia sih, dia kan kerja di Surabaya, gak mungkin juga dia mau menikah sama aku yang sedang bekerja di Jakarta. Lagian kami berdua tidak pernah komunikasi sama sekali kecuali saling comment di media sosial, dan saling love postingan seperti yang kami lakukan juga dengan teman-teman lainnya. 
Aku dihubungi Ira lagi, katanya si dia habis telpon Ira. Besok Ira janji akan menelponku membahasnya karena saat ini dia sedang sibuk mengurus anaknya.

15 Februari 2017
Hari ini pemilu DKI dan kantor diliburkan. Saat makan siang di mall dekat kostku, aku menelpon Ira kebetulan dia sedang longgar. Kita ngobrol membahas si dia. Ira bilang kalau awalnya Ira dihubungi temannya si dia, dan menanyaiku apakah aku sudah punya calon. Lalu si dia juga menghubungi ira, si dia bilang mau serius denganku. Ira menjelaskan kalau Ira sudah mewanti-wanti, bahwa aku tidak mau pindah dari kantorku. Karena dulu Ira pernah gagal menjodohkan aku juga, hanya karena aku gak mau diajak pindah. 
Takjubnya aku, si dia bilang kalau dia tidak apa-apa akan mengusahakan pindah, mungkin pindah kekantor lamanya di Jakarta, mau mengikuti aku, se-nyamannya aku. Wow, nilai plus banget. Karena yang aku pertimbangkan dalam memilih pasangan adalah aku tidak suka jika di awal sudah menuntut macam-macam. Aku maunya bersama dengan orang yang mau mendiskusikan bersama, baiknya gimana 👫. 
Di akhir telepon Ira bilang bahwa dia teman satu angkatan 2008 Teknik Informatika juga dan orang Madiun juga. Yapss, akhirnya benar dugaanku. Sebelum telpon ditutup Ira memastikan, "Sebentar Sal, kita sebut coba namanya bareng-bareng, jangan sampai nama yang kita maksud beda (jadi dari awal telpon kita menggunakan inisial "dia")", "Oke", "Namanya..Pujianto (Anto)" 😇.

17 Februari 2017
Setelah telepon dengan Ira tanggal 15 kemarin, kemudian terjadilah proses tanya jawab, yaitu dimana aku mengajukan beberapa pertanyaan yang paling kuanggap penting, lalu aku sampaikan ke Ira, dan Ira melanjutkan ke Anto. 
Terjawab sudah jawaban-jawaban pertanyaanku dari Anto yang menurutku bagus tidak dibuat-buat, bahkan sesuai dengan yang aku harapkan. Aku sampaikan screenshot jawaban itu ke ibuku.
Ibuku bilang, "Ya sudah mbak, mas Anto dari dulu juga gak neko-neko. Bismillah saja dicoba", membuatku semakin mantap untuk mempertimbangkannya. Jadi Ira kemudian membuatkan grup WA namanya "Bismillah Lancar" yang isinya Ira, Anto dan aku. Di grup itulah pertama kalinya dalam proses ini aku dan Anto berkomunikasi. Di awal percakapan, Anto mengucapkan terima kasih karena aku mau mempertimbangkannya. Dia juga memberiku beberapa pertanyaan yang bagus juga. Beberapa pertanyaannya diantara lain:
1. Apakah aku mau menerima keadaannya yang yatim piatu, karena nantinya aku gak bisa merasakan punya mertua?
2. Apakah aku selalu berjabat tangan dengan lawan jenis?
3. Apakah aku selalu memakai kaos kaki?
4. Apakah aku bisa memasak?
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan itu, memiliki maksud tersendiri. Dan setelah aku mendengar penjelasannya, sungguh membuat aku sangat malu, karena aku punya banyak sekali kekurangan. Alhamdulillah dia juga mengakui kalau diapun masih kurang juga, yang penting ada keinginan menuju lebih baik yaaaa. .💕



Screenshot Grup "Bismillah Lancar" yang baru dikirim suami hari ini. ( Namaku disitu sudah berubah 😍)

23 Februari 2017
Setelah saling bertanya pada tanggal 17-18 itu, grup jadi sepi, tidak ada kabar atau chat dari dia dan Ira. Aku juga disibukan ada kegiatan Bimbingan Teknis. Lalu hari kamis malam, tiba-tiba Anto chat di grup lagi, bertanya apakah kedua orang tuaku, hari sabtu tepatnya tanggal 25 Februari ada di rumah. Dengan tenang, aku menjawab "Ada", tidak tanya macam-macam. Lalu Anto membalas bahwa Insyaa Allah hari sabtu siang dia berencana akan menghadap ibu bapakku sendiri. Jika responnya positif, dia akan membawa keluarganya nanti di pertemuan berikutnya.

"Ya Allah, apakah benar dia jodohku, kuserahkan semuanya padamu, jika dia jodohku, mudahkanlah semua prosesnya". 

Kemudian bola bergulir di kedua orang tuaku. Bagiku dari sisiku, aku tidak punya alasan untuk menolaknya. Sekarang tinggal  dilihat bagaimana dari sisi kedua orangtuaku....( to be continued)

👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉👉


💚💚💚💚💚💚💚Beberapa hal yang belum tertuang💚💚💚💚💚💚💚
💖 Aku berdoa memohon jodoh, tidak hanya pada tanggal 12 Februari 2017 itu, tapi aku sudah berdoa memohon hal tersebut dari usia 24 tahun. Namun di usiaku 26-27 benar-benar sedang giat-giatnya. Aku sering mengulang doa-doa sebagai berikut:
ROBBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WAARITSIN”. Artinya: “Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik2nya dzat yang mewarisi

💖 Tetap tenang dan santai menjalani hidup. Meskipun aku pengen banget segera diketemukan dengan jodoh. Meskipun dibully gara-gara jomblo sendiri. Meskipun sering ditanya "Kapan?". 
Aku santai banget menjalani setiap proses dalam hidupku. Selalu berdoa dan percaya pada rencana Allah. Tenang dan jangan terpengaruh, nikmati setiap harimu. Tidak perlu pusing cari jodoh. Cukup ceritakan pada orang yang kamu percayai untuk membantumu. Tidak perlu diumbar-umbar kesendirianmu, kesedihanmu. Tetap tenang. .😅

💖 Jangan berharap. Sudah beberapa laki-laki yang dicoba untuk dijodohkan denganku, dari temen sampai keluarga. Tapi ingat jangan berharap lebih, jangan bahagia berlebih, sebelum dia mengetuk pintu rumahmu dan memohonkan dirimu pada orang tuamu. Sudah beberapa kali aku terlanjur baper, dan entah mengapa selalu tak bisa melangkah lagi.

with love
@salyasari

You Might Also Like

2 comments