Latest Posts
Karena muka saya sekarang mulai kering tak terawat, maka saya mulai peduli dengan skincare untuk sehari-hari. Kalau didempul makeup kan ngga tiap hari dipakai karena saya full di rumah, maka skincare jadi penyelamat muka akuu. Salah satu skincare yang sedang saya suka banget yaitu maskernya Freeman yang Cucumber Pink Salt. Masker Freeman ini sudah terkenal banget di kalangan sister-sister penyuka skincare karena memang sebagus itu.


Kayaknya masker ini produk barunya Freeman karena kalau lihat review di Femaledaily masih sedikit yang mereview. Paling terkenal memang masker charcoalnya yang warna hitam itu dan mint and lemon. Saya belinya nitip sama adek saya pas dia lagi ke Malaysia. Freeman masih impor gaes, jadi kalau mau beli paling ya jastip atau di online gitu. Padahal kalau di luar belinya di Guardian saja. Kalau harga di Malay sekitar RM 20, kalau di rupiahin kira-kira 70rb an. Kalau di tokopedia ada yang jual sampai 100rebuan.

Packagingnya lumayan gede untuk ukuran mask karena isinya 175ml. Jadi kalau mau nitip temen, cari yang pakai bagasi ya jangan cuma cabin baggage, kasian nanti maskernya dibuang sama pihak bandara. Maskernya didalam tube gitu bukan jar jadi pemakaiannya tinggal di squish saja. Warnanya ciwi banget, pink dan hijau muda gitu jadi gemes. Tapi ada versi samplenya yang hanya 15ml. Warna maskernya sendiri hijau muda campur pink saltnya. Baunya juga enak sekali macem lalapan ahahaha kan timun soalnya, jadi laper (lho).

Kalau menurut webnya, masker ini untuk rejuvenating kulit wajah. Dia mendetox wajah kita dengan bahan cucumbernya itu. Pink saltnya berfungsi untuk scrub. Jadi dapat detoxnya dan dapat exfoliatingnya. Pemakaiannya juga hemat kok, hanya satu squish saja sudah bisa di apply untuk satu muka. Jangan terlalu banyak juga pakenya karena masker ini kan detox, jadi akan agak perih di sebagian kulit orang. Pertama kali pakai ini memang berasa clekit-clekit gatal satu muka. Tapi ditahan-tahanin deh selama 10 menit trus baru dibilas pakai air hangat. Beberapa ada yang perih banget di mata, mungking pakainya terlalu deket sama mata jadi ikutan pedes deh.

Setelah pemakaian kedua dan seterusnya clekit-clekit gatalnya sudah sangat berkurang. Balik clekit lagi kalau saya skip maskeran selama sebulan atau skip skincare berhari-hari ahahaha kulit mukanya balik lagi deh. Skincare memang ngga instan, harus telaten dan rajin. Percuma mahal kayak gimanapun kalau ngga rajin dipakai ya sama ae. Dan biasanya kelihatan hasilnya setelah lebih dari 2 bulanan pemakaian. Jadi disabar-sabarin saja ya sister-sister, jangan langsung suudzon kalau produknya ngga ngaruh.

Karena detox dan exfoliating, masker ini kayaknya ngga cocok untuk dipakai tiap hari. Ya istilahnya kulit diamplas tiap hari ya bakal jadi makin tipis dong. Saya pakainya seminggu 2 kali (kalau inget hihi). Sewaktu dibilas pertama jangan langsung di bilas bersih, gosok-gosok muka dulu pakai scrub pink saltnya. Baru deh dibilas bersih. Jangan lupa setelah pakai masker lanjut ke step skincare yang lain ya biar kulit makin glowing. After use nya kulit wajah jadi lebih bersih dan alus. Mungkin efek dari scrubnya juga ya jadi dead skin cell kegerus semua.

Will i purchase it once again? kayaknya ngga deh, pengen cobain varian yang lain. Penasaran sama merk masker yang lain juga. Tapi di aku Freeman cocok aja. Selamat mencoba.

Images from here

Love,
Szasa
Hemmmm...

Awal mula terpengaruh ini karena muncul di Instagram, sponsor gitu dan dengan mudahnya aku terhipnotis. Langsung buka tokopedia dan transaksi.

Lusa barang datang langsung coba dan kecewa karena ga cocok dengan kulitku yang berminyak ini, hiks... Awal pakai udah langsung merasa ga cocok, ga nempel dan kesannya membuat minyak-minyak di wajahku makin nampak. Agak siang dikit makin berminyak, ya sudahlah ya... 
Sekarang jadi jarang pakai, kalaupun pake (karena sayang kalau dibuang) masih kutambahin lagi bedak tabur biar ga parah aja minyaknya.

sorry, foto ambil dari shoppee, wqwqwq

IPL adalah salah satu teknik yang sekarang banyak digunakan di bidang teknologi. Teknologinya menggunakan sinar broadspectrum wavelength. Beda ya dengan laser. Kadang masih banyak yang mikir kalau IPL itu laser. Setahun belakangan lagi tren penggunaaan IPL di beberapa klinik kecantikan. Termasuk aku pun tertarik pengen nyobain. ;)

Kenapa pilih di TBL bukan ZAP yang lagi hits itu? Simpel. Karena waktu itu promo TBL lebih menarik. Hehe. 750ribu rupiah sudah dapet IPL underarm lifetime. Plus kalau follow instagram diskon 50ribu. Jadilah aku cuma bayar 700ribu untuk seumur hidup hihi. Kalau untuk sekarang sih kayanya sudah ngga ada promo semurah itu. Setau aku untuk sekarang promonya 1juta untuk underarm dan itu untuk setahun aja bukan lifetime.

Tapi aku ga semata2 pilih TBL karena lebih murah, aku search dulu, baca2 forum di female daily, dan akhirnya sampai pada kesimpulan kalau TBL lebih ga sakit, dan lebih mencerahkan ketiak dibandingkan ZAP. Oke fix memantapkan hati ke TBL.

Jadi Februari 2016 aku ke TBL Bandung di Mayfair Building Sukajadi untuk nyobain IPL Underarm karena waktu itu masih free trial jadi masih nyobain gratisan kan lumayan hehe. Rata2 di forum pada bilang kalau IPL lebih ga sakit daripada waxing. Ternyata, sama aja. Rasanya tuh kaya ditusuk jarum tapi yaudah sakitnya pas itu aja, selesainya ga berasa apa2. Prosesnya cepet loh! 10 menit beres. Jadi awalnya bulu2 di ketiak kita dicukur pakai alat cukur khusus, kemudian dikasih gel dingin2 gitu, mulai deh proses IPL nya. Selama proses mata kita ditutup dengan handuk kecil.

Setelah melakukan proses IPL, dikasih petuah sama kaka2 pegawai kalau tidak boleh cukur, tidak boleh waxing, tidak boleh pake deodorant selama 24 jam, tidak boleh keringetan selama 24 jam. Soalnya kalau cukur atau waxing, pori-porinya akan membesar lagi. Kalaupun ingin mencukur, harus menggunakan alat cukur khusus yang bisa dibeli di TBL seharga 400ribu. Tapi alat ini susah dapetnya. Kata kaka2 pegawai di sana, harus order dulu. Limited gitu sepertinya.

Hingga saat blog ini ditulis (Desember 2016), aku sudah melakukan treatment sebanyak 9 kali. Treatment dilakukan 5 minggu sekali. Treatment pertama belum terasa efeknya. Seperti dicukur biasa. Itu harus ditahan-tahan selama 5 minggu ngga cukur bulu ketek :(

Treatment ke-2, ke-3, baru kelihatan efeknya. Bulu tetap tumbuh tapi akan rontok dengan sendirinya. Lama kelamaan bulu yang tumbuh mulai sedikit. Baru benar-benar berasa pas treatment ke-7. Bener2 ngga tumbuh sama sekali. Kalaupun ada yang tumbuh, sedikit aja. Dan beneran bisa mencerahkan ketiak. Untuk rasa sakit ternyata pas treatment awal-awal aja, treatment selanjutnya udah ngga sakit lagi. Karena pori-pori sudah mengecil. Kalaupun masih ada yang sakit itu tandanya masih ada pori-pori yang besar.

Oiya beneran jangan cukur pake alat cukur biasa ya. Karena aku pernah cukur di tengah2 lagi treatment, soalnya memang waktu itu harus pake baju sleeveless jadi mau gimana lagi. Tiba2 bbrp minggu kemudian tumbuh bulu sampe panjang. Nyesel deh cukuran. Jadi pori-pori kita membesar lagi, makanya bulu bisa tumbuh lagi.

Sebenernya selain treatment underarm, aku juga pernah cobain sekali yang V-I-O atau nama lainnya daerah intim wanita. SAKIT! Hahahah. Rasanya kaya ditusuk2. Jujur kalau disuruh pilih IPL atau waxing aku lebih milih brazilian waxing. Walaupun brazilian waxing ga kalah sakitnya. Tapi aku masih mau mengulang brazilian waxing daripada IPL. IPL VIO di TBL harganya 750ribu untuk sekali treatment. (harganya sama dengan IPL Underarm seumur hidup) Tapi karena pas nyoba kemarin (Februari 2016) lagi ada promo 50% jadi aku hanya bayar 375ribu.

So far aku suka treatment di TBL. Seluruh pegawainya ramah, selalu menginfokan kalau ada promo tapi ga maksa harus beli, tempatnya bersih, dan diakhir treatment jg dikasih minuman (air mineral / teh / jahe panas). TBL juga sering ngadain promo. Paling sering buy 1 get 1. Dan kalau ulang tahun, dapat diskon 50% all treatment di bulan ulang tahunnya. Dan satu lagi, untuk member hanya bisa di satu cabang saja ya. Misal aku di TBL Bandung berarti hanya bisa treatment di Bandung saja. Ngga bisa tiba2 pengen di Jakarta atau Surabaya. Tapi kalau pindah kota bisa. Misal dari Bandung aku mau pindah Jakarta bisa. Berarti untuk perawatan selanjutnya akan di Jakarta terus tidak di Bandung lagi. ;)








Tokyo Beauty Laboratory
📌 Mayfair Building lantai 2, Jalan Sukajadi no. 228
☎ 022-2036018
IG: @tokyobeautylaboratory
Open Hours: 10am-7pm


Adriena
Masih dalam permasalahan bruntusan dan jerawatan macem ABG. Semenjak hamil entah karena hormon atau saya nya yang males ngerawat muka yang berakibat satu muka tiba-tiba muncul jerawat dan dahi jadi bruntusan. Biasanya masalah cuma oily skin tapi ngga sampai jerawatan parah. Demi muka enak diliat sama diri sendiri dan suami, dimulailah pencarian produk skin care yang aman buat bumil dan ampuh mengatasi jerawat plus bruntusan ini.


Saya termasuk fans The Body Shop dari dulu, tapi karena harganya ga ekonomis kalau di beli tiap bulan, jadi cuma beli yang perlu-perlu banget saja. Saya pernah review salah satu rangkaian Tea Tree The Body Shop juga disini, and i love it to bits! Sekarang saya akan review salah satu produk baru dari rangkaian Tea Tree yang menurut saya unik dan praktis, yaitu 3 in 1 Wash-Scrub-Mask. Yep, satu produk bisa dipakai sebagai sabun cuci muka, sebagai scrub dan sebagai masker. How come? seperti klaim di web nya :

Simplify your skin care routine with our 3-in-1 cleansing solution that will help you purify your skin, scrub out impurities through gentle exfoliation and help mattify your skin, without over-drying.
  • Leaves skin feeling refreshed and smooth
  • Enriched with organic Community Trade tea tree oil
Tea Tree memang terkenal bukan sebagai minuman (karena beracun) tapi ampuh sebagai pembasmi jerawat dan blemish. Jadi memang diperuntukan buat buibu dan nak gadis yang muka nya gampang jerawatan dan oily. Saya beli produk satu ini via online di website The Body Shop, waktu itu dapet voucher 100rebu tapi hanya bisa via online saja, yawes cuss beli 2 produk rangkaian Tea Tree. Saya beli 3 in 1 Wash-Scrub-Mask dan Tea Tree Targeted Gel.


Saya pakai 3 in 1 Wash-Scrub-Mask mostly sebagai masker saja. Karena sudah ada facial wash sendiri jadi daripada dobel-dobel saya pakai hanya untuk masker seminggu sekali. How to use it as mask :
- Keluarkan produk di tangan, sedikit-sedikit saja karena coverage nya luaaaas.
- Apply it on your face
- Tunggu 5 menit  (kalau saya agak dilamain biasanya sampai 10 menit)
- Bilas dengan air biasa.

Tekstur nya memang tidak akan dry atau jadi kering seperti masker-masker biasanya, jadi dia akan tetap agak basah but not in annoying way, cukup kering kok. Waktu membilas, biasanya saya agak men-scrub wajah. Setelah menggunakan produk ini tidak perlu cuci muka lagi karena produknya sendiri sudah include wash juga. My face feels cleaner tapi tidak kering, terasa kenyal. That's why i love tea tree products from The Body Shop. Mereka membuat kulit wajah bersih tapi tidak jadi kering kerontang. Tetap lembab dan kenyal. 

So in love with this product, and after couple months tried this product, my husband said that the acne slowly but sure disappear. Ngga tau itu cuma manis dimulut aja atau memang bener hahaha. Tapi memang jerawat sedikit-sedikir memudar tidak seperti di awal-awal sebelum pakai. Oiya, setelah mask-scrub-wash saya totol-totol jerawat yang masih gede-gede dengan Tea Tree Targeted Gel. Besoknya ngga langsung kempes sih, tapi 2 hari kemudian jerawatnya mulai pudar. Beauty takes time honey. 

Love,
Szasa
Sejak hamil jadi males banget dandan, bahkan keluar rumah atau ngantor kadang ga pake bedak. Parah. Beberapa alat make up yang habis juga ga sempet beli *alesan*
Akhirnya karena sedih lihat muka sendiri, beberapa hari kemarin memutuskan beli beberapa make up salah satunya Mizzu Smart Liner. Tapi setelah kebeli dan baru dua kali pake, ternyata ga sebagus harapan. Emang sih pemakaiannya gampang dan cepet kering, harganya juga ga terlalu mahal, tapi baru beberapa jam pemakaian sudah luntur kemana-mana di sekitar kelopak mata :( hiks. 
Image result
This is not a food review. I repeat. This is not a food review. I will not write about the food because I don't have any photos of it hahaha. Came here many times for lunch because its close to my office and I always order either Buntut Goreng/Bakar or Iga Bakar Sambal Ijo. So many western foods they have but their Iga Bakar Sambal Ijo is da best!

So in this post I only gave you some pictures of the place because every corner of this place is so camera-genic ❤






The famous Iga Bakar Sambal Ijo
Okay so that's all! Short review from me. Really really short. Hahaha. I'm sorry I can't give you food information. Peace!

Saka Bistro & Bar
📌 Jalan Karangsari no. 2, Sukajadi, BANDUNG
☎ 022-2039651
IG: @sakabistrobar
Open Hours:
Mon-Fri 11am-11pm
Sat 11am-1am
Sun 11am-12am

Adriena
Holaaaa.
I hope you have wonderful day which not included face break out (happen to me lately hiks). Anyway, let me ask you about something, how many lipstick do you have? Personally i always love lipstick with pretty color, which lead to buy them but never wear it daily. It's a bad habit, buying things but we wont need it at the end. But lately, the game color of lip color is getting stronger. From the cheap one to the pricey one (Kylie Cosmetics has crazy price tag for lipstick) but surprisingly they sold very fast. But i will not talk about that, i want to talk about the most happening lip coat from our own local girl, Lizzie Parra.


Last month Lizzie Parra, the make up enthusiast and make up artist had launch her first lip coat under her own brand, BLP. She launched 8 colors which are very pretty on our lip. Since the first day, BLP Lip Coat suddenly on high demand. They sold out fast on her website. I need to wait a week for it to restock again and one customer only be allowed to buy one product in one transaction. It is crazy how girls love lipstick or make up now days. Fortunately i bought two from eight shades, which are Persimmon Pie (the fav one) and Beet Me.

Overall, i love the lip coat. It's easy to use, smells soooooo good and not too pricey. Because it isnt a exactly lipstick so it wont wear long on your lip. You need to re apply it after eating or drink. But it stay as long as it need to be. The texture is creamy but it becomes matte very fast once you apply it on your lip. I hate the white tube, because i like to dab my lips after using lipstick with my finger, so the white tube become dirty because my own fault.

Persimmon pie has dark mauve shade. It is my first mauve shade i have. I usually go with pinkish shade. But surprisingly it looks good on me (my husband say so, so...). Persimmon pie also has bit orange-y shade on them, which i like too. And they sold out fast!


Beet me is my go to color actually. That's why i bought it in the first place. Bold pink to fuchsia shade will make my pale face has color instantly. I dont think people very much have a heart with this color, because the most happening shade lately are mauve to brown (thanks to Kylie lipstick) so they wont pick this pinkish shade. But i love it to bits!


But i want to try the Lavender Cream and Burnt Cinnamon, but they sold very fast too. Tell me your favorite lip color? Do you mostly go dark or bright color?

Love,
Szasa
Minal aidin wal faizin!
Mohon maaf lahir dan batin semua.

Lebaran kemarin aku mudik ke Surabaya, and turns out this city has a lot of growing cafe. Aku dan Helsi nyobain kafe baru di Jalan Pregolan, sebelah persis BonCafe.

NOACH Cafe & Bistro. Pertama masuk, suka banget sama dekornya. Banyak dedaunan, ijo2 seger. Tempatnya 2 lantai. Ada non smoking room, dan smoking room. Sebenernya tertarik kesana gara2 ada meja di dalam semacam sangkar burung gitu. Haha.

Hi Helsi!
 

The famous spot
I'm not going to tell you about the food. Pas kesana kebetulan kami udah makan nasi goreng jadi masih kenyang. Jadi disana cuma minum aja sih sama pesen cemilan. Sorry :( 
Green Tea Latte
IDR 33k
Flavoured Latte
Cafe Latte with Hazelnut
IDR 33k

Flavoured Latte
Cafe Latte with Vanilla
IDR 33k
Green tea latte was good. Pahitnya green tea berasa jadi ga manis banget. Kan kadang suka ada tuh green tea latte tapi manis. Then for the flavoured latte, either vanilla or hazelnut, they taste similar. Hahahaha. All of the latte cost IDR 33k.
Noach Platter
Spinach Mozarella Balls, Tiger Prawn, Simple Salad, Mushroom Crispy, French Fries with Cheese & Thai Chili Sauce
IDR 88k
Dan untuk cemilan kami pesan Noach Platter. Enak sih menurutku. Jamurnya enak, crispy banget. Kentangnya enak. Udangnya enak. Mozarella balls sama saladnya entah, ga nyobain haha. Kalo mau tau menu yang lain, bisa cek di sini.

Overall aku suka sih tempatnya. Harga juga ngga terlalu mahal. Kalo mau cari tempat makan yg instagramable, then you should go here. Lucu banget dekornya. Even the bathroom has a cute decor too!


Noach Cafe & Bistro
📌 Jalan Pregolan no. 4, Tegalsari, Kota Surabaya
☎ 031-53111360
IG: @noachsurabaya
Open Hours:
Mon-Thu 11am-12am
Fri-Sat 11am-2am

Adriena
Ciumbuleuit kayanya lagi gencar2nya menambah resto. Daerah ini diuntungkan dengan letaknya yang tinggi jadi suasana alamnya masih segar dan sejuk. Termasuk Wild Grass Resto ini. Wild Grass letaknya ga jauh dari Miss Bee, sekitar 100 meter saja.


Permesan Pesto Crusted Tenderloin
Juicy Tenderloin Topped with Pesto and Crusted Parmesan Cheese, Served with Sweet Potato, Cinnamon Cream and Mushroom Gravy
IDR 79k
Dagingnya kecil, tulisannya juicy berharap endeus di lidah ternyata biasa aja. Terus yg paling aneh adalah kentang dikasih bubuk cinnamon dimana menurut aku bukan padu padan yg pas. Kentangnya jadi manis. :(
Hawaiian Steak
A Great Cut of Sirloin, Seasoned with Wild Grass Mix Seasoning, served with Grilled Fresh Pineapple, Sunny Side Up Egg and Pineapple Gravy
IDR 79k
Better lah daripada tenderloin sebelumnya, cuman nanas yg dipotong gede terus disajiin gitu aja masih sama kulit2nya jadi agak nyusahin :))
Spicy Miso Salmon
Grilled Miso Marinated Salmon with Mexican Potato Gratin and Corn Flakes Salsa
IDR 95k
Ga ikutan nyobain menu satu ini cuman kata temen aku rasanya ga masuk di lidah, semacam bumbu gado2 haha. Tapi salmonnya enak sih.
Ultimate Burger
Home-made Juicy Beef Patty served with Deep Fried Crispy Orange Cheddar, Grilled Pineapple, Lettuce, Mushroom and Toasted Chili Mayo Burger Bun
IDR 65k
Finally ada makanan yg enak. Ultimate Burgernya the BEST lah! Dagingnya enak. Crispy orange cheddarnya apalagi. Friesnya juga enak, gurih, ga manis kaya yg di tenderloin hahah. Maafkan fotonya fokus ke fries nya bukan ke burgernya.
Tropical Sensation
Sharing Mocktail with Sweet and Sour Taste Mixed with Guava Juice, Mango Juice and Pineapple Juice Topped Up with Soda and Slice of Fruit
IDR 59k (for two)
Lembang Sangria
Sharing Mocktail with Traditional Tea Mixed with Cranberry Juice, Orange Juice Topped Up Soda and Slice of Fruit
IDR 59k (for two)
Setiap minuman sharing tadi dikasih 2 gelas yg berisi potongan buah2an. Baru deh dituang mocktailnya. Nuangnya pake sendok pipih jadi seperti di foto minuman mocktail di atas jadi bayangin aja nuanginnya ke gelas butuh sejam. Lebay.

Chili Choco Lava
A Classic Chocolate Lava Cake with A Hint of Chili served with Ice Cream
IDR 45k
Enak sih! Kirain cokelat pake cabe jadinya aneh. Ternyata enak. Bukan cabe banget sih..jadi makan cokelat sambil ada pedes2nya gitu.
Sebenernya order Sundae Ice Cream juga tapi lupa ga difoto. Ice creamnya enak! Harga cuma 35ribu rupiah udah dapet 3 scoop ice cream dengan variant rasa yg kita pilih sendiri.

IMO, Wild Grass ini sebenernya ingin mencoba memberikan menu unik atau memberikan rasa baru dengan cara memadupadankan bahan-bahan makanan yang biasanya belum pernah dipadupadankan (apa sih ini maksudnya). Ada yg sukses....ada yg fail. Hehehe. Tapi sejujurnya untuk rasa aku lebih pilih resto sebelahnya, Miss Bee. Dari segi porsi juga lebih banyak Miss Bee. Heheee... Walaupun kalau dari sisi desain resto, Wild Grass lebih unik sih, lebih instagramable, lebih cocok buat anak muda untuk hangout. Kalau Miss Bee lebih ke segmen family.






Wild Grass Resto
📌 Jalan Gunung Kareumbi no. 10 Cidadap, Bandung
☎ 022-82602840
IG: @wildgrassresto

Adriena
Hi! This is iena and now I’m writing my first post at CIWI CIWI BLOG yeay!
You will find me mostly write about restaurant review because that’s the only thing I’m good at. Eating. Hahaaa..NAH. I just like trying something new including eat at some place I never tried before. :p

So first restaurant I want to write is GAIA by Oso Ristorante. Why GAIA? Because this is the most memorable restaurant I’ve ever come. The ambience, the view, the service... wow, just wow. GAIA is one of 3 in 1 Resto Altitude The Plaza besides Salt Grill and Enmaru. Located at 46th floor The Plaza makes them have an amazing view of Jakarta from above.

When you reach there, you will ask whether you want regular table or windows side table. Regular table has no minimum purchase and no view but limited time (approx. 45 minutes only). Windows side table has Jakarta citylight’s view, no limited time but it cost IDR 1,5 million for minimum purchase.

So which one I choose?

Of course the cheapest one! Hahahaa.......at first. 
But after so many considerations, we choose the windows side one.

*sambil bisikin: ntar bagi dua ya bill-nya... 

Inside GAIA

View from our table

Udah ah cape pake bahasa inggris.
Jadi di GAIA ini selalu punya seasonal menu. Waktu aku kesana, seasonal menu nya adalah Seafood. Akhirnya aku pilih ikan bawal jepang yang harganya IDR 460,000 which is kalau di kantin kantor udah dapet 30 porsi ikan bawal lokal lengkap pake nasi plus sayur. Hiks.


Calamari Fritti
Calamari, Zucchini Chips, Chili Mayo
IDR 150,000





















Left:
Bawal Jepang Bakar (lupa nama menu aslinya)
IDR 460,000

Right:
Filetto Wellington Rossini
Tenderloin, Foie Gras, Truffle, Puff Pastry
IDR 580,000























I couldn't remember what drink is but tastes good.

























So sorry for bad quality pictures. It was dark there and I only use my smartphone and GoPro.

They served the food quite long that’s why they gave complimentary snacks and a big bottle of water. Really 45 minutes is not enough if you choose the regular table one. I spent almost an hour waiting for the food, I meant the main course. Then after you eat, the chef will go to your table and ask “how was the food?”. Good job GAIA for have your customer being greeted by the chef himself, I was greeted by Diego Chiarini.

Overall, the food was okay but the service, the ambience and the view are excellent! So if you search for a place to have romantic dinner or want to celebrate something special, I recommend you to go here.

Cheers! ^.^




GAIA by Oso Ristorante
📌 The Plaza, 46th fl, Jalan MH Thamrin no. 28-30, Jakarta Pusat
☎ 021-29922448
IG: @gaia_jakarta
Open Hours: 11am-10.30pm


Adriena